Medan : metropena.co.id
Pimpinan Sinode Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Bishop Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th, apresiasi kegiatan pembinaan majelis Jemaat GKPI Jemaat Khusus Marindal tahun 2025-2030.
Kegiatan pembinaan ini sangat bagus dan sangat tepat untuk dilaksanakan Jemaat maupun Resort. Dengan dilakukannya pembekalan ini, para majelis memahami tugas pokok dan Pungsi (Tupoksi) sesuai PRT terlebih menyahuti Renstra 2025-2030.
Majelis baru ini adalah orang orang yang terpanggil dan kita sangat bersyukur atas kesediaan orang orang yang mau bekerja melayani di gereja Tuhan. Oleh karena itu, sangatlah layak dibekali agar mereka tau apa yang mau dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya demi kemuliaan Tuhan dan kemajuan jemaat GKPI Marindal.
Diharapkannya, seluruh majelis untuk dapat berkolaborasi melakukan satu misi bersama, tidak melakukan tugas masing-masing. Tetapi apa yang menjadi Renstra GKPI 2025-2030 boleh diejawantahkan, direalisasikan di jemaat GKPI Marindal, menjadi satu tugas bersama setiap tahun supaya ada efesiensi dan efektifitas, ujarnya.
Dikatakan Bishop juga, “pendeta selaku pimpinan jemaat yang dipercayakan pimpinan Sinode agar dapat merangkul seluruh anggota majelisnya masing masing serta memberikan wejangan demi terlaksananya program gereja sesuai yang sudah ditetapkan oleh sidang umum jemaat,” ujarnya.

Sementara itu, terkait Sinode Am Periode (SAP) yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan oleh GKPI, Bishop berharap seluruh warga GKPI mendoakan proses SAP ke 23 berjalan dengan baik untuk kesatuan dalam persaudaraan, demi pertumbuhan GKPI dan kemuliaan Tuhan.
“Harapan dan doa kita bersama, SAP yang akan dilaksanakan di GKPI Center Pematang Siantar tanggal 18 sampai 19 Oktober 2025 berjalan dengan baik”.
Sementara itu, Pendeta Jemaat GKPI Marindal, Pdt. Lena Cristina br Simbolon, M.Th, didampingi Sekretaris Jemaat Pnt. TH. Saragih dan Bendahara Jemaat J. Tambun, S.Si, mengatakan, kegiatan pembinaan majelis diikuti semua anggita majelis dan kegiatan ini adalah program yang sudah ditetapkan oleh sidang umum jemaat.
“Kita sangat berterimakasih atas berkenan nya Bishop menghadiri undangan dan memberikan pemaparan atas tugas dan tanggung jawab anggota majelis 2025-2030 ini.
“Saya rasa sudah cukup jelas bapak Bishop menjelaskan tugas dan tanggung jawab anggota majelis sesuai PRT GKPI. Oleh karena itu, diharapkannya seluruh anggota majelis berkerja sama sesuai renstra GKPI”. ujarnya.
Pada kesempatan sesi kedua, Pdt. Lena Simbolon, M.Th, juga memberikan pemaparan terkait Keadilan Gender (Gender Justice) ditengah masyarakat, negara dan di gereja.
Dikatakannya, keadilan gender adalah kesetaraan dan keadilan bagi semua individu ciptaan Tuhan laki-laki maupun perempuan. Kesetaraan tersebut dimulai dari hak Hidup, hak Pendidikan, hak kesehatan, hak pekerjaan atau jabatan dan perlindungan perempuan.
Dalam hal Kesetaraan gender, gereja ikut serta sebagai agent sosial dan spiritual, karena semua manusia ciptaan Tuhan menurut gambar Allah.
Dengan demikian gereja memiliki peran penting dalam menegakkan keadilan gender terkhusus dilingkungan gereja. Hal ini untuk menciptakan masyarakat yang adil, setara, dan damai.
“Puji Tuhan Kesetaraan gender di GKPI Marindal sangat ditegakkan, karena dari 19 anggota majelis ada 13 laki laki dan 6 perempuan, ujarnya.
Sekretaris Jemaat Pnt.TH. Saragih, selaku moderator mengatakan, Pembinaan Majelis Jemaat GKPI Jemaat Khusus Marindal mengangkat Thema: Merencanakan Pertumbuhan dan Keadilan Gender, dilaksanakan di Jumat 5 Oktober 2025 di Kenanga Garden Jalan Jamin Ginting Km 12 Medan. (Selsi)











