Banjir Bandang Parapat Rendam Dan Lumpuhkan Kota, Tak Ada Tindakan Tegas Pemerintah

Simalungun : metropena.co.id

Banjir bandang menghantam Kota Wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun pada Minggu (16/3/2025)

Air bercampur lumpur datang dari sungai kecil yang berhulu di perbukitan, diduga sebagai penyebab banjir bandang mengakibatkan banyak rumah terendam air lalu RSU Parapat, Polsek Parapat, Hotel, Pantai bebas Parapat, dan permukiman warga lingkungan I dan II Kelurahan Parapat yang terkena dampak banjir.

Akibat banjir ini, aktivitas di Parapat lumpuh total. Warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi kejadian sempat panik lantaran air datang secara mendadak dengan arus cukup kuat. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerusakan infrastruktur dimana tercatat sedikitnya ada 50 rumah warga yang rusak diterpa air deras.

INI KATA PENGAMAT.

Ratama saragih pengamat kebijakan publik dan anggaran mengatakan banjir bandang di kota Parapat tak lepas dari kurang tegasnya aparat pemerintah dalam menindak pelaku usaha kehutanan di zona hutan sekitar kawasan danau toba, bahkan tak menutup kemungkinan adanya perbuatan melawan hukum dari aparat pemerintah yang dengan sengaja lakukan pembiaran perambahan hutan sehingga mengakibatkan struktur tanah menjadi rapuh dan kehilangan daerah resapan air.

Selain mengakibatkn banjir bandang negara juga dirugikan sebut Ratama, sebagaimana di sebut dalam konsiderans huruf c dan d undang-undang nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (LN Nomor.130 Tahun 2013), bahwa telah terjadi perusakan hutan yang disebabkan oleh pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bahwa perusakan hutan, terutama berupa pembalakan liar, penebangan tanpa izin, dan perkebunan tanpa izin telah menimbulkan kerugian negara,kerusakan kehidupan sosial budaya dan lingkungan hidup.

(Ratama Saragih, S.H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *