Medan : metropena.co.id
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan Pemerintah Provinsi dan daerah Kabupaten/kota harus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD tersebut lewat ekonomi kreatif, sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kita mengakui, pencapaian pertumbuhan ekonomi kreatif tidaklah mudah, sangat tidak mudah, kita perlu membangun ekosistem dan kerja keras kita bersama.
Hal tersebut dikatakan Wamen Bima Arya, pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Daerah tahun 2024, di Santika Dyandra Hotel, Medan, Rabu (11/12).
Dikatakannya, ada beberapa target nasional yang harus dicapai dan kerjasama pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sesuai visi misi Presiden Prabowo.
Target swasembada pangan, peningkatan SDM, Edukasi, kesehatan, kedaulatan pangan. pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, transformasi ekonomi melalui hilirisasi.
Target pembangunan desa, digitalisasi, penguatan idiologi Pancasila dan demokrasi.
Target ambisius ini, harus ada hilirisasi visi misi kepala daerah dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran, ujarnya.
” Target ini harus sinkronisasi, tidak vertikal akan tetapi harus horizontal, Pemprov, Pemkab/Pemko, Kementrian harus nyambung demi akselerasi percepatan pembangunan.
Pada kesempatan itu, Wamen, menyampaikan rasa terimakasinya, kepada seluruh rakyat Indonesia. Dimana Proses pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak di Indonesia dapat berjalan dengan baik.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Indonesia, atas terselenggaranya Pilkada dengan baik dan aman. Semua itu atas kerja sama stakeholder, TNI, Polri, KPU, Bawaslu, DKPP, Pejabat Gubernur, Bupati/Walikota, maka Pilkada berjalan dengan baik, aman dan damai” ujar Wamen.
Sebagai tuan rumah Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si, menekankan sangat pentingnya penyelarasan pembangunan dari daerah ke pusat. Menurutnya, dengan keselarasan pusat dan daerah maka target-target pembangunan secara nasional dapat tercapai.
Fatoni mengatakan, tercapainya target nasional dipengaruhi secara signifikan oleh pencapaian setiap daerah di Indonesia. Oleh karena itu, keselarasan pusat dan daerah sangat penting.
“Inilah fungsi dari Rakornas ini, kita ingin menyelaraskan rencana pembangunan dari daerah hingga ke pusat untuk mencapai target-target yang telah ditentukan secara nasional,” kata Fatoni.
Melalui Rakornas ini, Fatoni berharap setiap daerah untuk terus mendukung Astacita yang menjadi fokus pembangunan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Apa yang menjadi fokus kita sudah jelas termaktub dalam Asta Cita, dan itu bisa diwujudkan melalui kerja sama dan kerja keras kita bersama,” kata Fatoni.
Sementara itu, ketua panitia Rakornas pembangunan daerah tahun 2024, Drs. Bob Ronald F Sagala, M.Si yang juga sebagai Plh Direktur Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Bina Bangda Kemendagri, mengatakan, Rakornas tahun 2024 diikuti kutang lebih 1.000 orang diantaranya Sekda, Kepala Bappeda seluruh Indonesia dan lainya.
Dikatanya, Rakornas tahun ini , dilaksanakan di Kota Medan dan berlangsung selama 3 hari, yakni tanggal 10- 12 Desember 2024. Rakornas ini, harus mendukung perintah presiden dalam prioritas Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPMJ), yaitu Penguatan Pendidikan, Sains, Teknologi, Digitalisasi, Hilirisasi industri, reformasi kesehatan, swasembada pangan, Energi, serta program makan bergizi.
Hal tersebut, harus menjadi prioritas daerah dalam penyusunan kebijakan dan program yang sejalan dengan keutuhan Nasional dan kondisi global yang dinamis. Strategis tidak hanya satu kebijakan tetapi mencakup pembahasan dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan.
Bob, berharap pemerintah segera menyusun RPJMD, setelah kepala daerah terpilih dilantik, Pemda harus segera menyusun RPJMD. Ini merupakan penyempurnaan dari rancangan dengan berpedoman pada visi misi, program kerja kepala daerah terpilih.
Penyusunan RPJMD, merupakan landasan perencanaan 5 tahun kedepan dan harus diselaraskan dengan RPJM tahun 2025-2029, serta arah pembangunan jangka panjang daerah dengan menyesuaikan kebutuhan spesifik daerah dan selaras dengan program pemerintah pusat yang sudah di tetapkan oleh Presiden, ujaranya.
Hadir pada pembukaan Rakornas Perencanaan Pembangunan Daerah, di antaranya Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud dan Deputi Bidang Pengembangan Regional, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional, Tri Dewi Virgiyanti. Hadir juga Forkopimda Sumut, Kepala Bappelitbang Pemprov Sumut M. Alfi Syahril kepala daerah se-Sumut, OPD terkait Pemrov Sumut dan seluruh Bappelitbang/Bappeda se-Indonesia ini. (Selsi)











