Medan : metropena.co.id
Kegiatan Sumut inspiring teacher 2024 dengan tema ” Saya Guru Hebat Milenial Berprestasi” berhasil menggondol uang guru-guru dan sekolah sebesar Rp 1, 8 miliar.
Dalam kegiatan ini, guru SLB, SMA, SMK Negeri dan Swasta se Sumatera Utara yang telah memiliki sertifikat diwajibkan mengikuti seminar zoom moda daring dan luring selama 2 hari, Selasa-Rabu tanggal, 19-20 November 2024.
Kegiatan diduga ilegal ini, ada pungli Rp 200.000 per orang atau peserta. Peserta atau kepala sekolah langsung melakukan transaksi transfer ke rekening pribadi Bank BRI atas nama Herdinalsky.
Kegiatan “ilegal” ini telah Terstruktur, Masif, Sistematis (TSM), dengan oknum oknum pejabat Dinas Pendidikan Sumut, EO, dan OPD lainya di Pemprovsu. Selain itu panitia mencaplokan logo Kemendikdasmen untuk mempengaruhi para kepala sekolah, guru seolah-olah kegiatan tersebut legal dan atas persetujuan kementerian Dikdasmen.
Mengapa dikatakan TSM, karena komplotan panitia “pemangsa”uang guru-guru/sekolah ini, telah menyusun skenario dan rundown yang baik dan rapi.
Hal itu dikatakan salah seorang pemerhati Pendidikan Sumatera Utara, kepada metropena, Jumat (6/11).
Dikatakan sumber ini, pihaknya sudah langsung mempertanyakan kegiatan seminar itu ke Kemendikdasmen. Melalui Sekjen Kemendikdasmen dan Dirjen GTK.
Menurut Sekjen Kemendikdasmen, kegiatan tersebut tidak mungkin diadakan kementrian. Tidak mungkin kementerian mengadakan pertemuan berbayar, saya mintakan Dirjen GTK cek, karena dilarang melakukan pengutipan.
Sementara Dirjen GTK mengatakan, kegiatan tersebut tidak ada kerjasama dengan Kemendikdasmen, tidak ada satupun sebagai narasumber dari kemendikdasmen, saya pastikan itu tidak ada kerjasama dengan kemendikdasmen, saya sudah minta tim BBGP Sumut untuk mencopot logo Kemendikdasmen yang di catut.
” Itulah jawaban konfirmasi saya ke pihak Kementerian” , ujar sumber ini, seraya mengatakan kegiatan seminar zoom yang dihadiri PJ.Gubsu, Kadisdik Sumut dan di buka Pj.Gubsu adalah Ilegal dan bodong, tidak ada dasar hukumnya.
Jika mereka mau buat kegiatan seminar atau kegiatan lainya, janganlah dikorbankan peserta Kepsek dan guru. Mereka itu Pahlawan tanpa tanda jasa. EO usulkan lah anggaran di APBN atau APBD, baru mereka itu hebat, ujar sumber ini.
Panitia seminar (EO) menargetkan kuota peserta seminar sebanyak 12.000 orang peserta, namun yang dapat dihadirkan oleh 14 kacabdis hanya sekitar 9.000 orang peserta.
Kegiatan seminar dibuka oleh Pj.Gubernur DR. H. Agus Fatoni, M.Si, hari Rabu (19/11) di Hotel Adimulia jalan Pangeran Diponegoro No 8 Medan. Pembukaan seminar dihadiri kepala sekolah, guru peserta seminar dan 14 Kepala Cabang Dinas, pejabat eselon 3 Disdik Sumut. Diperkirakan pembukaan dihadiri 250 orang, selebihnya mengikuti seminar dengan zoom, sampai hari kedua.

Dari berbagai sumber diperoleh wartawan, Panitia seminar melakukan pengancaman kepada 14 kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut. Adanya ancaman tersebut, karena para Kepala Cabang Dinas dianggap kurang pergerakan mensosialisasikan serta menghadirkan peserta seminar sesuai kuota yang akan di laksanakan tersebut diwilayahnya masing-masing.
Selain itu, panitia juga meminta para Kacabdis di share ke WA group, agar Kacabdis mengisi daftar peserta seminar.
“Pak Kacabdis mohon diisi jumlah peserta real”, demikian kalimat yang di share panitia ke Kacabdis, ujarnya sumber ini lagi.
Selain penekanan itu, Kacabdis juga dipanggil dan dikumpulkan di Aula T.Rizal Nurdin di kompleks rumah dinas Gubernur. Pada saat itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Abdul Haris Lubis menekankan agar seluruh Kacabdis membantu panitia agar guru-guru mau mengikuti seminar. Jika tidak di indahkan ke 14 Kacabdis akan dilaporkan ke Pj.Gubernur, ujar sumber ini.
Dengan tekanan itu, para Kacabdis merasa ketakutan dan dengan terpaksa meminta seluruh kepala sekolah SLB, SMA,SMK Negeri dan Swasta untuk mendaftarkan para gurunya sebagai peserta seminar. Segala biaya ditalangi oleh Kepala sekolah, ujar sumber ini.
” Kami diminta mendaftarkan guru sebagai peserta seminar’, namum beberapa orang guru tidak mau ikut karena dibebankan biaya. oleh karena itu kepala sekolah menanggung biaya pendaftaran asalkan guru mau mengikuti seminar zoom. Soal dari mana alokasi anggaranya belakangan dipikirkan, yang penting permintaan Kacabdis dapat terpenuhi, ujar sumber ini.
Sementara itu, ketua panitia penyelenggara seminar Herdinal, ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Sabtu (30/11), mengatakan, kegiatan itu tidak ada paksaan dan tidak ada kewajiban.
Bagi guru yang berminat silahkan mengikuti karena kegiatan untuk peningkatan kompetensi guru dan dilakukan secara profesional, sekaligus kami bagian dari media memberikan informasi terkait kode etik wartawan mana yang profesional atau yang terdaftar di dewan Pers dan mana yang bodong. Karena selama ini, pihak sekolah merasa takut dan ditakut-takuti, ujarnya.
Ditambahkannya, untuk wilayah satu, peserta tidak maksimal dan tidak sesuai dengan anggapan saudara. Karena acara ini tidak ada paksaan dan kita melakukan dalam momentum memperingati hari guru nasional (HGN dan Hut PGRI ). Dan prosesnya kan mendaftar kepada kami, setelah itu saya lapor ke Kacabdis agar di izinkan untuk mengikuti, katanya.
Menurut informasi,
target EO pada seminar zoom tersebut adalah Dari Cabdis Wilayah I, Medan 1.988 orang, Deli Serdang 1.258 orang, wilayah II, Binjai 323 orang , Langkat 661 orang, wilayah III, Sedang Bedagai 396 orang, Tebing Tinggi 213 orang, Wilayah IV, Tanah Karo 315 orang, Dairi 273 orang, Pakpak Bharat 67 orang.
Wilayah V, Asahan 419 orang, Batu Bara 244 orang, Tanjung Balai 140 orang, Wilayah VI, Pematang Siantar 428 orang, Simalungun 530 orang, Wilayah VII, Labuhan Batu 355 orang, Labuhan Batu Selatan 186 orang, Labuhan Batu Utara 249 orang, Wilayah VIII, Toba 233 orang, Samosir 138 orang, wilayah IX, Tapanuli Utara 344 orang, Humbang Hasundutan 247 orang, Wilayah X, Sibolga 133 orang, Tapteng 285 orang, Wilayah XI, Padang Sidempuan 285 orang, Tapanuli Selatan 212 orang, Madina 357 orang, wilayah XII, Padang Lawas Utara 181 orang, Padang Lawas Utara 129 orang, wilayah XIII, Gunung Sitoli 190 orang, Nias 177 orang, Nias Utara 238 orang dan Wilayah XIV, Nias Barat 182 orang, Nias Selatan 625 orang.
Khusus diwilayah I (Medan-Deli Serdang), Kepala Cabang Dinas mengeluarkan surat tugas kolektif kepada 6.754 orang peserta seminar, terdiri dari kepala sekolah,guru SLB, SMA,SMK Negeri dan Swasta.
Surat tugas tersebut bernomor 800.1.11.1/5558/CADISDIK WIL.I/XII/2024, tertanggal 11 November 2024.
Dalam surat tugas tersebut, disebutkan, Dasar kegiatan Sumut Inspiring teacher 2024 dengan tema ” Saya Guru Hebat Milenial Berprestasi”, dengan ini kepala Cabang Dinas pendidikan wilayah satu MEMERINTAHKAN para guru SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta yang memiliki sertifikat pendidik untuk mengikuti Seminar dalan rangka memperingati Hari Guru Nasional dan Hut PGRI ke 79 yang dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, tanggal 19-20 November 2024, Moda Daring dan Luring.
Ketika hal ini dikonfirmasi Wartawan kepada Kacabdis Wilayah satu Afizham Parinduri, S.Sos, M.AP, menyarankan agar wartawan melakukan konfirmasi langsung ke panitia atau EO,
” Langsung aja bang konfirmasi ke pihak EO nya” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Abdul Haris Lubis, ketika hendak dikonfirmasi di Kantornya, Jl. Cikditiro Medan, Kamis (5/12), Kepala Dinas tidak berada di Tempat.
Menurut info pada hari, Jumat (6/11), seluruh Kacabdis mendapat jatah dari EO Rp 100.000 perorang sesuai jumlah peserta dari wilayah masing masing. (Selsi)











