Sistem Informasi Gempa Dan Tsunami Berpotensi Mangkrak Sebesar Rp. 114.889.388.296

 

Sumut : metropena.co.id

BPK. RI Temukan Aset Tetap Badan Riset Dan Inovasi nasional (BRIN) TA.2021 s.d 2022 Pada Sistem Informasi Gempa Dan Tsunami Berpotensi Mangkrak Sebesar Rp. 114.889.388.296

Ina-TEWS merupakan sistem peringatan dini untuk bencana tsunami, baik yang disebabkan oleh gempa maupun lainnya. Tujuan dari kegiatan Ina-TEWS adalah:

1) Pembangunan dan pengoperasian peralatan observasi tinggi muka air laut untuk deteksi dini tsunami yang dikembangkan BPPT;
2) Pengelolaan, pengintegrasian dan penyediaan data tinggi muka air laut untuk peringatan dini tsunami di BMKG;
3) Pemeliharaan peralatan untuk observasi tsunami yang dikembangkan BPPT; dan
4) Penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan serta inovasi untuk kemandirian teknologi bidang peringatan dini tsunami.

Ada empat K/L Pemerintah yang terlibat secara langsung dalam proses pembangunan dan pengoperasian peralatan untuk observasi gempa bumi dan/atau tsunami, yaitu:
1) Kementerian yang menyelenggarakan tugas dan fungsi pemerintahan di bidang geologi;
2) Lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika;
3) Lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi; dan
4) Lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang informasi geospasial

Dari kegiatan tersebut terdapat beberapa aset tetap yang dihasilkan dan telah dicatat sebagai aset tetap milik eks BPPT
Hasil pemeriksaan badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI lebih lanjut atas aset tetap dari kegiatan tersebut menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

1. Aset Tetap berupa kabel senilai Rp16.896.600.000 belum terpasang sesuai rencana dan berada di lokasi Pihak Ketiga.

2. Pencatatan kondisi dan lokasi Aset Tetap hasil Kegiatan Ina-TEWS di aplikasi SIMAK BMN tidak sesuai kondisi sebenarnya

3. Sistem alat monitoring tsunami di beberapa lokasi dalam kondisi rusak ringan, rusak berat, dan hilang belum dilakukan perbaikan atau penggantian

4. Tidak ada operator pada ruang kendali dan monitoring Ina-TOC

Permasalahan tersebut mengakibatkan:
a. Aset Tetap BRIN hasil PSN dan Program Ina-TEWS tidak bisa memberikan kontribusi untuk mendukung kepentingan negara sesuai amanat Perpres;
b. Aset Tetap senilai Rp257.237.712.709 berpotensi mangkrak;
c. Keamanan aset tetap BRIN tidak terjamin dan rawan rusak atau hilang; dan
d. Keberadaan komponen pesawat PTTA MALE yang dicatat secara gabungan dan tidak didukung dengan pencatatan yang memadai menjadi sulit ditelusuri dan rawan hilang.

Permasalahan tersebut terjadi karena:
a. Kepala BRIN selaku Pengguna Anggaran tidak menganggarkan kegiatan yang telah menjadi amanat Perpres;
b. Kebijakan penghentian sementara PSN dan Program Ina-TEWS belum didukung kajian yang memadai, baik dari BRIN maupun Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas
c. Operator SIMAK-BMN kurang cermat dalam melaksanakan pencatatan BMN; dan
d. Operator SIMAK-BMN tidak melakukan pemutakhiran atas BMN yang mengalami perubahan status

Ratama Saragih, pengamat kebijakan publik dan anggaran mengatakan bahwa sebagai lembaga Riset dan Inovasi Nasional sepatutnya harus transparan dan berintegritas dalam menggunakan anggaran negara apalagi terkait observasi gempa bumi dan tsunami, inikan menyangkut keselamatan hidup orang banyak maka diperlukan kerja yang tidak bisa dianggap remeh.

Penggunaan anggaran yang sangat esensi ini diperuntukan pengadaan alat pendeteksi dini gempa bumi dan tsunami itu diperlukan kesungguhan niat bukan malah niat mengambil keuntungan dalam kesempatan, ini kan berbahaya jika hal ini terjadi, apalagi sudah merupakan aset negara yang nota bene mangkrak tak diberdayakan, alias menghamburkan uang negara tambah Responden BPK.RI ini lagi

Seratus ribu pun kerugian negaranya, jika itu sudah terbukti dari hasil niat dan perbuatan maka means reanya sudah memenuhi ujar Pemilik sertifikat “Aspek Hukum Dalam Pemeriksaan Keuangan Negara” ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *