Probolinggo : Metropena.com
Sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di jajaran Polda Jatim kembali dimutasi, salah satunya AKBP. Teuku Arsya Khadafi.Si.k SH. M.si yang semula menjabat sebagai Kapolres Probolinggo dengan jabatan barunya sebagai Kapolres Tulungagung, sedangkan pengganti yang baru sebagai Kapolres Probolinggo AKBP. Wisnu Wardana,Si.k MH yang semula menjabat sebagai Kasubdit 5 Ditkrimsus Polda metrojaya rabu 26/06/2023.
Mutasi di lingkungan Polda Jatim khususnya pergantian Kapolres Probolinggo di benarkan oleh Humas polres Probolinggo sugeng. Dirinya menyampaikan saat dihubungi telepon whatsapp mengatakan Kapolres Probolinggo, Teuku Arsya Khadafi dimutasi menjadi Kapolres Tulungagung, sedangkan penggantinya AKBP. Wisnu Wardana sebagai Kapolres Probolinggo yang baru.
Diketahui AKBP. Teuku Arsya Khadafi menjabat sebagai polres Probolinggo semenjak tahun 2021. Banyak torehan prestasi yang dicapai oleh Kapolres Arsya. Dari terungkapnya kasus pembakaran mobil sampai yang terakhir pers release menetapkan tersangka terhadap penimbunan pupuk subsidi, dan tentunya masih banyak torehan prestasi lainnya yang dicapai polres Probolinggo di bawah kepimpinan AKBP. Teuku Arsya Khadafi.
Dari digantinya Kapolres Probolinggo yang baru, harapan masyarakat Probolinggo terhadap penegakan hukum di wilayah polres Probolinggo lebih baik lagi, sesuai dengan visi polri yang presisi, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, Konsep Presisi diharapkan tidak hanya sekadar menjadi jargon namun juga benar-benar diterapkan dalam bertugas.
Untuk mewujudkan Polri yang ideal, terdapat sejumlah langkah komitmen yang ditawarkan Kapolri dalam kaitannya dengan konsep Presisi.
Sementara melalui tim media Metropena menyampaikan banyak terima kasih kepada bapak Teuku Arsya Khadafi. Dari semenjak menjabat sebagai Kapolres Probolinggo sudah menjadi mitra media Metropena dalam hal menyajikan pemberitaan yang aktual dan terpercaya, tentunya jasa dan torehan prestasi yang dicapai waktu menjabat sebagai Kapolres Probolinggo akan menjadi catatan sendiri bagi masyarakat kabupaten Probolinggo.
(Tim/red)











