Tingkatkan Produksi Pangan dan Ketahanan Pangan, Pemkab. Samosir Tanam ‘Padi Gogo’

Samosir : metropena.co.id

Demi meningkatkan produksi pangan dan menjaga ketahanan pangan di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Ketapang dan Pertanian, penanaman 1 ha padi Gogo, di Dusun 3 Desa Tanjung Bunga, Kec. Pangururan, Selasa (04/02).

Gerakan tanam serentak padi gogo adalah sebuah inisiatif untuk meningkatkan produksi pangan dan menjaga ketahanan pangan di Indonesia.

Gerakan ini juga untuk meningkatkan produksi padi gogo, yang dapat ditanam di lahan kering dan memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Bersama 8 (delapan) kelompok tani yang ada di Desa Tanjung Bunga, Kadis Ketapang dan Pertanian Tumiur Gultom melakukan penanaman serentak di lahan Kelompok tani Cahaya. Ditargetkan, 15 ha padi Gogo tahun ini akan di tanam di Desa Tanjung Bunga yang dikelola kelompok tani.

“Padi Gogo merupakan padi yang tahan ditanam di lahan kering sehingga padi tersebut cocok ditanam diiklim Samosir”, ujar Kadis Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir Tumiur Gultom.

Penanaman padi Gogo ini juga guna mendukung program swasembada pangan secara Nasional. Sebelumnya padi Gogo telah berhasil di Desa Maduma dengan hasil 6 ton/ha, dan hasilnya, saat ini ditanam di Desa Tanjung Bunga.

Lanjut Tumiur, melihat kondisi kesuburan tanah di Sitaotao, kita yakin hasil padi Gogo akan lebih memuaskan. Hasil dari Desa Tanjung Bunga diharapkan juga dapat dibagikan kepada kelompok lain nantinya sehingga padi Gogo akan semakin menyeluruh di Kabupaten Samosir.

Disebutkan Tumiur, Dinas Pertanian akan membantu petani dalam pengolahan lahan 15 ha dengan mengerahkan traktor dari Dinas. Bibit yang ditanam merupakan varietas sigambiri merah juga diupayakan dari sinergitas dengan Kementerian Pertanian pada 14 ha lahan berikutnya.

Untuk itu, ia mengajak petani untuk mendukung dan memelihara tanaman dengan baik. Menurutnya pertanian padi Gogo ini layak dipadukan dengan pariwisata karena didukung view yang cukup bagus dari ketinggian kaki gunung Pusuk buhit.

Untuk itu, Tumiur berharap tradisi menanam padi dapat dikembalikan sebagaimana dilakukan nenek moyang terdahulu.

“Kedepan, mari mengembalikan tradisi menanam padi sebagaimana opung naparjolo (nenek moyang dulu). Selain pertanian lokasi kita ini cocok dipadukan dengan pariwisata”, ungkap Tumiur memberi semangat.

“Kita rawat padi ini dengan baik, penyuluh akan turun kelapangan, akan lebih efektif untuk membantu petani termasuk dalam pembuatan pupuk organik. Sukses padi Gogo ini, maka akan banyak lagi bantuan yang akan diberikan seperti kentang yang diusulkan kelompok tani”, harap Tumiur.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Bunga Lasper B. Sitanggang meyakini penanaman Padi Gogo di Desanya akan lebih memuaskan, selain kesuburan tanah, dalam musim kemarau sekalipun setiap pagi pasti ada embun sehingga ada harapan untuk berhasil.

“Harapan saya hasil di Daerah kita ini harus berbeda 3 kali lipat dari Desa Maduma.Kita jangan hanya menanam tetapi harus berusaha bagaimana hasilnya melimpah”, kata Lasper

“Pemerintah Desa Tanjung Bunga siap mendukung dan memfasilitasi petani untuk pembuatan pupuk organik. Maka diharapkan kerjasama diantara petani mengerjakan pembuatan pupuk secara berama-sama dengan memanfaatkan eceng gondok di Danau Toba”, tambah Lasper.

“Kita tidak bisa terus-terus membeli bibit dan berharap bantuan akan tetapi kita harus dapat menyiapkan bibit sendiri”, sambung Lasper Sitanggang.
(JUNTAK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *