Dampak Banjir Bandang Menerjang Kota Medan- Deli Serdang, Beberapa Sekolah Diliburkan Sementara

 

Medan : metropena.co.id

Banjir bandang yang menerjang Kota Medan dan Deli Serdang, Rabu (27/11) berdampak terganggunya kegiatan Proses Belajar Mengajar (KBM) dibeberapa sekolah Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara wilayah satu (Cabdis Wilayah Satu).

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Roedy Fahrizal, ST. M.Sc.Eng, mengatakan Kepala Dinas telah memerintah Kepala Bidang SMA, SMK dan para Kacabdis di kabupaten/kota untuk melakukan pendataan, mencari informasi yang akurat kelapangan, sekolah dimana saja yang terdampak bencana banjir.

” Bapak Kepala Dinas sudah memerintahkan, agar segera mencari atau mendata sekolah/siswa korban banjir, untuk segera kami laporkan ke Kemendikdasmen” ujar Roedy, Kamis (28/11).

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah satu, Yafizham, S.Sos.MAP mengatakan, beberapa sekolah SMA Negeri di liburkan diwilayah satu. Tidak ada kegiatan KBM hari ini, hal tersebut berdasarkan laporan kepala sekolah ke Dinas Pendidikan Sumut, melalui Cabang wilayah satu, Kamis (28/11/2024).

” Dinas Pendidikan Sumatera Utara sangat prihatin atas bencana alam banjir yang terjadi di Sumatera Utara. Terkhusus di Kota Medan dan Deli Serdang”.ujarnya.

Kepada wartawan dikatakannya, bagi warga masyarakat yang mengalami dampak bencana banjir diharapkan segera membuat laporan polisi jika Ijazah rusak atau hilang, selanjutnya laporan polisi tersebut disampaikan ke sekolah bersangkutan untuk diteruskan ke Cabang Dinas Pendidikan untuk penggantian ijazah.

Menurut Kacabdis, saat ini ada 4 SMA Negeri di wilayah satu yang berdampak banjir bandang, yakni: SMA Negeri 19 Kota Medan, KBM disekolah tidak berjalan, karena diliburkan, SMA Negeri 1 Sibolangit, sekolah diliburkan, tidak ada KBM karena kenderaan tidak diijinkan melintas, diperkirakan dapat dilalui masyarakat sekitar tanggal 30 November 2024, hal ini sesuai informasi dari Camat Sibolangit. Ujar Kacabdis.

Selain itu, SMA Negeri 1 Tanjung Morawa tetap buka, namun kegiatan KBM tidak berlangsung karena 7 kelas (rombel), ruang kerja Kepala Sekolah, ruang kerja Tata Usaha kebanjiran. SMA Negeri 1 Hamparan Perak juga terimbas dari banjir. Sekolah ini tetap buka, namun akses jalan terganggu, jembatan titi payung menuju sekolah tidak bisa dilalui kenderaan roda empat, masyarakat harus berputar arah dari arah bulu cina, menuju sekolah hanya dapat dilalui kenderaan roda dua,

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumut, Mhd. Basir Hasibuan dan Kepala Bidang SMK, Dr. Suhendri, kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan dari kepala Cabang Wilayah di Sumatera Utara.
” Kami berharap pihak sekolah yang terdampak bencana banjir segera melaporkan” ujarnya. (Selai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *