Panen Karya Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMA Negeri Satu Delitua

 

Medan : metropena.co.id

Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), merupakan implementasi kurikulum Merdeka. Selain itu, untuk tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan pradigma baru melalui pembelajaran berbasis project.

Dengan penerapan P5, para pendidik diharapkan dapat menerapkan proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur, sebagai mana penjabaran dalam profil pelajar Pancasila.

Project penguatan profil pelajar pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, Diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter, sekaligus sebagai kesempatan belajar dari lingkungan sekitar. Dimensi profil pelajar Pancasila menunjukkan profil pelajar Pancasila yang tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, akan tetapi bersikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri satu Deli Tua, Tohom Paha Mei Banjarnahor, S.Pd. M.Si, pada sambutanya sekaligus pembukaan kegiatan Panen Karya P5 dengan Tema: Market Kuliner dan Unjuk Bakat, yang dilaksanakan di Halaman SMA Negeri satu Deli Tua, Jalan Pendidikan Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Kamis 30/5).

Ditambakan Tohom, visi pendidikan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, Mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.
Pelajar Indonesia merupakan, pelajar sepanjang hayat yang berkompeten, berkarakter dan berprilaku sesuai nilai nilai Pancasila, Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, mandiri, berkebinekaan global, gotong royong, bernalar kritis dan kreatif.ujarnya.

Penguatan profil pelajar Pancasila memiliki modul P5, yakni suatu dokumen yang berisikan tujuan, langkah, media pembelajaran dan asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan project.
Pendidikan nantinya akan memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih dan memodifikasi modul project yang tersedia sesuai dengan konteks dan karakteristik peserta didik.
Ditambahkannya, modul project penguatan profil pelajar Pancasila tersedia di platform kurikulum merdeka. Mengajar dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk satuan pendidikan. Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul project sesuai kebutuhan belajar dengan karakteristik daerah, satuan pendidikan dan peserta didik, Ujarnya.

Sementara itu ketua tim tema 3, Riki Andi Gurusinga, S.Si, selaku ketua Panitia mengatakan kegiatan P5 merupakan implementasi kurikulum merdeka yang baru satu tahun ini diterapkan oleh Pemerintah melalui Kemendikbud Ristek.
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum terbaru, ujarnya.

Penerapan P5 untuk pelajar beriman, berkebinekaan global, mandiri, berpikir kritis, kreatif dan gotong royong.
” Hari ini, kamis(30/5) merupakan puncak panen karya P5 ke Wirausaha. Ke kewirausahaan terdiri empat tahap, yakni: tahap satu pengenalan wirausaha, tahab kontekstual, tahab aksi dan tahab refleksi dan evakuasi.
Ditambahkannya, P5 sudah dilaksanakan di SMA Negeri satu Deli Tua , sejak tahun ajaran baru kelas x, dan sudah mengikuti tema satu, suara demokrasi, tema dua bangun jiwa raga, tema ketiga ke wirausahaan sebagi puncaknya hari ini. Tahun depan akan memasuki fase F, dan sekarang masih fase E, ujarnya.

Hadir pada kegiatan P5 tersebut Babinsa Koramil 0201-15/Delitua, Serka Arifin Barus, Bhabinkamtibmas Polsek Deli Tua Kelurahan Deli Tua Timur, Aiptu. Wawan Listiono, Komite sekolah Terisno Tarigan, Pengawas SMA Negeri Cabang Dinas Wilayah Satu, Musa S.Pd, MM dan seluruh Wakil kepala Sekolah, guru, staf, mewakili orang tua.

Pada kegiatan tersebut kepala sekolah mengajak semua tang hadir meyaksikan hasil karya kuliner yang tersedia di stand masing masing kelas. (Selsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *