Medan : metropena.co.id
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke 78 tahun 2023, Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) menggelar syukuran dan doa untuk guru pahlawan bangsaku yang dilaksanakan di pelataran parkir Kantor Dinas Sumut Jalan Cik Ditiro Medan, Selasa (28/11/2023).
Acara syukuran dihadiri, Kadis Pendidikan Sumatera Utara DR Asren Nasution MA, Kepala Bidang PKLK, Elisabet Simanjuntak, Kepala Bidang SMA, Mhd.Basir Hasibuan, Kepala Bidang PTK Yeddi Sipayung,
Tokoh pendidikan Sumatera Utara, Prof. Dr. Usman Pelly. MA, Prof. DR. Mohd.Hatta, Buya Dr. Amiruddin MS, Ustad KH. Zulfikar Hadjar.Lc, Dr. H.Amhar Nasution dan Kepala Sekolah SMA/SMK serta beberapa Kepala Cabang Dinas Se Sumut.
Kadis Pendidikan Sumut mengatakan, syukuran dan doa ini digelar secara sederhana berhubung adanya perbaikan yang dilakukan. “Kita hanya bisa melaksanakan acara syukuran dan doa di pelataran parkir, ujar Kadis.
Asren juga menuturkan, kehadiran para tokoh pendidik dan tokoh agama di acara ini membuktikan bahwa dinas Pendidikan Sumut sangat konsen dengan para tokoh pendidik tersebut.
“Sebagai tenaga pendidikan, kita sudah sepatutnya memberikan tauladan kepada para tokoh pendidikan yang telah puluhan tahun mengabdikan dirinya demi kemajuan pendidikan di Sumut, tuturnya.
Asren juga menceritakan pengalaman sebagai seorang pengajar di tingkat Ibtidaiyah selama tujuh tahun mengajar. Sebagai seorang pendidik merupakan pekerjaan yang mulia demi mencerdaskan peserta didik.
Turut juga memberikan sambutan pada acara tersebut para tokoh pendidik yang pada kesempatan tersebut diserahkan cendramata dan juga plakat kepada beberapa sekolah yang langsung diserahkan kadis pendidikan Sumut DR Asren Nasution. Acara diakhiri dengan memotong tumpeng dan diberikan kepada tamu dan guru.
Salah seorang guru pensiunan SMAN 1 Medan, R br Sitorus (84), dalam sambutanya mengatakan, bahwa guru zamanya dan guru saat ini sudah sangat jauh perbedaanya.
Perbedaan tersebut seperti penggajian, teknologi pembelajaran, tunjangan kesejahteraan para guru sangat jauh berbeda. Oleh karena itu kita sangat berterimakasih kepada pemimpin bangsa sejak Presiden Gusdur sampai presiden saat ini sangat memperhatikan kesejahteraan guru, ujarnya.(Selsi)











